Pembibitan tanaman adalah proses awal dalam pertumbuhan tanaman di mana biji atau bibit ditanam dan diberi kondisi yang optimal untuk tumbuh dan berkembang. Berikut adalah langkah-langkah umum dalam pembibitan tanaman:
1. **Pemilihan Biji atau Bibit:**
- Pilih biji yang berkualitas atau bibit yang sehat. Pastikan mereka bebas dari penyakit dan hama.
2. **Media Tanam:**
- Gunakan media tanam yang sesuai, seperti campuran tanah, pasir, dan humus. Media harus memiliki struktur yang baik dan dapat menyediakan nutrisi yang dibutuhkan tanaman.
3. **Wadah Pembibitan:**
- Gunakan pot, tray bibit, atau lainnya yang sesuai untuk menanam biji atau bibit. Pastikan wadah memiliki lubang drainase untuk mencegah genangan air.
4. **Penyemaian:**
- Tanam biji dengan kedalaman yang sesuai di media tanam. Pastikan untuk menyusun biji dengan jarak yang tepat sesuai petunjuk tanaman yang ditanam.
5. **Penyiraman:**
- Air secara lembut setelah menanam biji. Pastikan tanah tetap lembab, tetapi hindari genangan air yang berlebihan.
6. **Penyediaan Suhu dan Kelembaban:**
- Pertahankan suhu dan kelembaban yang cocok untuk jenis tanaman yang Anda tanam. Gunakan penutup plastik atau kaca untuk menciptakan lingkungan yang lembab, terutama selama fase perkecambahan.
7. **Pencahayaan:**
- Berikan pencahayaan yang cukup, terutama jika Anda menanam di dalam ruangan. Posisikan tanaman di tempat yang mendapatkan cahaya matahari yang cukup atau gunakan lampu tumbuh jika diperlukan.
8. **Pemupukan:**
- Setelah bibit tumbuh beberapa daun, berikan pupuk ringan sesuai dengan jenis tanaman dan media tanam yang digunakan.
9. **Pemindahan Bibit:**
- Setelah bibit telah mencapai ukuran yang cukup, pindahkan mereka ke wadah atau area yang lebih besar jika perlu.
10. **Hindari Overcrowding:**
- Pastikan untuk memberikan ruang yang cukup antara bibit untuk pertumbuhan yang optimal dan menghindari persaingan yang berlebihan.
Ingatlah bahwa setiap jenis tanaman mungkin memerlukan perawatan khusus, jadi penting untuk memahami persyaratan khusus dari tanaman yang Anda tanam. Selalu perhatikan petunjuk khusus untuk jenis tanaman tertentu dan sesuaikan perawatan Anda berdasarkan itu.
Minggu, 25 Februari 2024
Pembibitan Tanaman
Senin, 25 September 2023
Bibit Alpukat Jogja
3 Alasan Bertanam Alpukat
Harga Jual di Pasaran relatif tinggi
Siapapun petani atau pekebun tentu memimpikan hasil
perkebunannya di saat panen mendapatkan harga yang bagus dan sesuai. Namun,
kadangkala tak seindah yang diharapkan. Itulah sebabnya, dibutuhkan kecerdikan
dalam memilih tanaman serta cerdik dalam menentukan momen.
Alpukat adalah salah satu produk unggulan asli
Indonesia yang diminati pasar dalam negeri dan luar negeri. Sampai saat ini,
harga alpukat tergolong tinggi di pasaran mengingat permintaan yang cukup
tinggi. Per KG nya bisa sampai 30 ribu sampai 50 ribuan per Kg nya. Beragam
variasi menu berbahan alpukat pun disajikan. Mulai dari jus alpukat, nugget, es
lilin, dll.
Cara Budidayanya Mudah
Tanaman alpukat termasuk tanaman yang mudah
beradaptasi di iklim tropis Indonesia. Tanaman ini mudah dibudidayakan di
pegunungan ataupun dataran rendah. Di Kota Sleman, Jogja, Klaten, Magelang, dan
lain sebagainya mudah kita jumpai tanaman alpukat tumbuh dengan subur dan
berbuah lebat.
Cara budidaya tanaman ini cukup mudah. Setelah ditanam
dalam lubang tanam dengan jarak 4 M, kita bisa menambahkan pupuk organic
secukupnya. Kunci dalam budidaya alpukat adalah adanya kecukupan sinar
matahari, kecukupan air, dan unsur hara tanah yang sesuai.
Produktivitas Tinggi
Setelah memasuki usia panen, yakni berkisar dua
tahunan, tanaman alpukat akan terus berbuah sesuai dengan musimnya. Penelitian
Dinas Pertanian Jogja menyebut dalam satu tahun bisa mencapai 70 KG per pohon
nya.
Jenis Alpukat Unggul di Indonesia
Tren Urban Farming saat ini menggeliat di masyarakat
perkotaan. Dilansir dari sumber Kompas.com, yang dikutip dari laman Cybex
Kementerian Pertanian RI, Rabu (4/5/2022), urban farming merupakan pemanfaatan
ruang terbuka menjadi lahan hijau, yang tujuannya untuk membantu masyarakat
menghasilkan bahan pangan sendiri dan memperkuat ketahanan pangan. Urban
farming memiliki beberapa kelebihan, salah satunya bertambahnya kadar oksigen
di tengah hiruk pikuk kehidupan di perkotaan dan dapat memberikan nilai tambah
bagi masyarakat.
Salah satu jenis tanaman buah yang dapat ditanam dengan
metode urban farming adalah alpukat. Ada beberapa varietas alpukat unggul untuk
urban farming, antara lain sebagai berikut.
1.
Alpukat mentega
Alpukat ini disebut
mentega karena saat sudah matang daging buahnya berwarna kuning bersih seperti
mentega. Alpukat ini memiliki daging buah tebal, bertekstur kenyal, dan tak
berair. Bentuknya bulat dengan bagian pangkal dan ujung agak membulat pula,
berat rata-rata sekitar 600 gram per buah, panjang buah sekitar 13 sampai 17 cm
dan diameter buah 10 sampai 14 cm, tebal kulit buah hanya 1 mm dan tebal daging
buah mencapai 1,9 sampai 2,1 cm. Alpukat jenis ini tak berbeda dengan alpukat
jenis lainnya, meski buah ini memiliki kadar protein 1,37 persen dan kadar
lemak 7,58 persen. Baca juga: Ragam Cara
Menyimpan Alpukat agar Tidak Cepat Busuk Tanaman alpukat mentega ini rajin
berbuah sepanjang tahun dan tingkat produksi buah yang berusia dewasa mampu
menghasilkan 350 hingga 450 buah per pohon atau sekitar 225 kg per pohon.
2.
Alpukat wina
Alpukat
wina merupakan jenis alpukat lokal yang dibudidayakan pertama kali oleh
kelompok tani di Desa Jetis, Kabupaten Semarang. Pada dasarnya merupakan tipe
alpukat mentega dengan bentuk buah agak bulat, warna kulit hijau mengilap dan
tebal. Alpukat ini berkualitas super,
karena berukuran jumbo dengan berat mencapai 1,5 hingga 2 kg per buah, rasa
nikmat, lembut, gurih, dan sedikit manis. Lihat Foto Ilustrasi buah alpukat
hass. (SHUTTERSTOCK/BARMALINI)
3.
Alpukat hass
Alpukat
ini berasal dari Australia yang ditemukan oleh seorang ahli holtikultura
bernama Rudolph Hass. Baca juga: Panduan Cara Menanam Alpukat dari Biji
Keunggulannya yaitu pohonnya mudah berbuah, produksi tinggi, rasa buah khas
yang sangat lezat, daging buahnya sangat pulen, tidak mudah busuk, laku dalam
negeri maupun di luar negeri dengan harga tinggi. Varietas alpukat ini paling
terkenal di Amerika Serikat dan Selandia Baru.
4.
Alpukat pluwang
Alpukat ini disebut juga
alpukat hawai jumbo, alpukat green star dan alpukat pangeran. Varietas alpukat
pluwang terkenal dengan postur pohon pendek sehingga sangat mudah saat panen.
Keunggulan lainnya, yaitu berat buah 2 kg per buah, daging buah tergolong tebal
dengan tekstur yang lebih padat, rasa yang lebih manis dan lebih gurih jika
dibandingkan dengan jenis alpukat lokal lainnya. Baca juga: Cara Menyimpan
Alpukat agar Cepat Matang dan Tetap Segar Kulit buanhya berwarna lebih hijau
gelap dan mengilap, daun berukuran tiga kali lipat lebih besar dibandingkan
dengan alpukat lokal, bunganya juga mempunyai ukuran yang lebih besar.
5.
Alpukat kendil
Alpukat
kendil persilangan antara alpukat Kendal dengan alpukat Gunung Pati. Buahnya
tergolong jumbo dengan berat rata-rata 1,7 kg per buah, rasanya lezat, tebal
dan pulen. Kelebihan lain varietas alpukat ini adalah daunnya tidak disukai
oleh ulat bulu.
6. Alpukat alligator
Alpukat ini
berbentuk cenderung lonjong dengan bagian bawah agak besar dan bagian ujung
atasnya mengecil atau mirip dengan buah pir. Ukuran panjang mencapai 70 sampai
80 cm, dengan berat rata-rata 1 hingga 1,3 kilogram. Baca juga: Cara Menanam
dan Merawat Tanaman Alpukat di Dalam Ruangan Daging buahnya tebal, rasanya
manis, legit, sama sekali tidak ada rasa pahit, lembut, pulen, dan teksturnya
halus tidak berserat, serta mempunyai aroma yang khas.
Kriteria Bibit alpukat unggul :
1. Vigor. Artinya, tanaman dalam kondisi subur dan
tegap.
2. Daun bibit mulus dan tidak ada hama penyakit.
Warna daun bibit hijau cerah atau pucuknya berwarna hijau atau merah muda. Jika
sedang kondisi stagnan, daunnya berwarna hijau tua yang mengkilap. Jika ada
bekas serangan hama dan penyakit serta menggulung, sebaiknya tanaman
diwaspadai.
3. Batang bibit sehat, lurus, kulit batang cerah
beralur, potongan cabang/dahan tidak dipaksakan, serta bentuk proporsional atas
dengan bawahnya. Batang atas harus tegak mengarah ke atas, tidak bengkok,atau
merunduk ke bawah. Untuk bibit yang lebih dari satu meter, pilih bibit yang ada
percabangannya. Tananaman yang baik memiliki banyak cabang ke semua arah serta
tajuknya rimbun. Selain itu, batang bebas dari jamur yang menempel dan hama,
seperti bulatan putih (kutu putih) serta penggerek atau bekas sayatan.
4. Akar bibit memiliki banyak akar serabut. Bahkan,
akar serabut sudah sampai ke tepian polybag atau menembus polybag dan akar
tampak putih.
5. Bibit yang sudah berbuah diperhatikan kerontokan
daun dan bentuk buahnya. Sebaiknya daun tidak rontok. Bentuk buah harus
sempurna, tidak berulat, proposional, tidak mengecil, warna kulit buah cerah,
atau biasanya berminyak atau ada bubuk putihnya.
Jenis jenis bibit alpukat unggul
1.
Alpukat aligator
Jenis alpukat ini paling terkenal diantara jenis
alpukat lainnya. Keunggulan dari alpukat alligator adalah bisa ditanam di pot,
bersifat genjah, cepat berbuah, dan memiliki ukuran buah yang cukup besar.
2.
Alpukat kendil.
Alpukat kendil merupakan alpukat yang memiliki
ukuran buah paling besar disbanding jenis lainnya. Bentuk buahnya adalah bulat
dengan bobot bisa mencapai lebih dari satu Kg per buahnya.
3.
Alpukat mentega.
Jenis alpukat mentega adalah jenis yang paling umum
beredar di Indonesia dengan karakter buah agak sedikit lebih kecil disbanding
alligator. Tetapi jumlah buahnya per pohon lebih banyak.
Jumat, 04 Februari 2022
Syarat Umum Budidaya Alpukat
Syarat Budidaya Alpukat
Pada umumnya tanaman
alpukat dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi, yaitu 5-1500 m di
atas permukaan laut. Tanaman ini akan tumbuh subur dengan hasil yang memuaskan
pada ketinggian 200-1000 m dpl. Untuk tanaman alpukat ras Meksiko dan Guatemala
lebih cocok ditanam pada ketinggian 1000-2000 m dpl., sedangkan ras Hindia
Barat pada ketinggian 5-1000 m dpl.
Curah hujan minimum untuk
pertumbuhan adalah 750-1000 mm/tahun. Untuk daerah dengan curah hujan kurang
dari kebutuhan minimal (2-6 bln kering), tanaman alpukat masih dapat tumbuh
asal kedalaman air tanah maksimal 2 m. Suhu optimal untuk pertumbuhan alpukat
berkisar antara 12,8-28,3 °C. Mengingat tanaman alpukat dapat tumbuh di dataran
rendah sampai tinggi, tanaman alpukat dapat mentolelir suhu udara antara 15-30
°C.
Kebutuhan cahaya matahari
untuk pertumbuhan alpukat berkisar 40-80%. Angin diperlukan tanaman alpukat,
terutama untuk proses penyerbukan. Namun demikian angin dengan kecepatan
62,4-73,6 km/jam dapat mematahkan ranting dan percabangan tanaman alpukat yang
tergolong lunak, rapuh dan mudah patah. Tanaman alpukat untuk dapat tumbuh
optimal memerlukan tanah gembur, tidak mudah tergenang air, subur, 11 dan
banyak mengandung bahan organik.
Jenis tanah yang baik
untuk pertumbuhan alpukat adalah jenis tanah lempung berpasir (sandy loam),
lempung liat (clay loam), dan lempung endapan (aluvial loam). Keasaman tanah
(pH) berkisar 5,6-6,4. Bila pH di bawah 5,5, maka tanaman akan menderita
keracunan karena unsur Al, Mg dan Fe larut dalam jumlah cukup banyak.
Bibit Alpukat Yang Baik
Syarat utama yang harus
dipenuhi untuk membuat bibit adalah tersedianya pohon induk, yaitu tanaman yang
memiliki persyaratan tertentu untuk dijadikan sebagai sumber bahan perbanyakan
(biji, entris, mata tempel dll.)
Persyaratan yang dimaksud
antara lain sebagai berikut :
1. Berproduksi tinggi dan
mantap hasilnya
2. Kualitas buah yang
dihasilkan cukup baik
3. Sudah beberapa kali
berbuah
4. Pertumbuhannya normal,
sehat, dan tidak terserang hama dan penyakit.
5. dikenal sebagai bibit
alpukat unggul popular dan terbukti mudah berbuah di Indonesia seperti alpukat
mentega, alligator, kendil, miki.
Jumat, 14 Januari 2022
Mengenal Tanaman Alpukat
Mengenal Tanaman Alpukat
Alpukat merupakan jenis tanaman yang termasuk famili
Lauraceae, genus Parsea dan spesies americana. Alpukat merupakan salah satu
tanaman holtikultura yang dapat tumbuh di daerah agak kering dan juga daerah
basah. Tanah yang dikehendaki agar pohon alpukat dapat tumbuh dengan baik
adalah tanah yang gembur, subur, kaya akan unsur hara.
Tanaman alpukat berasal dari dataran rendah/tinggi
Amerika Tengah dan diperkirakan masuk ke Indonesia pada abad ke-18. Secara
resmi antara tahun 1920- 1930 Indonesia telah mengintroduksi 20 varietas
alpukat dari Amerika Tengah dan Amerika Serikat untuk memperoleh
varietas-varietas unggul guna meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat,
khususnya di daerah dataran tinggi. Pada daerah tropis seperti Indonesia,
tanaman alpukat dapat tumbuh subur diatas dataran rendah sampai dataran tinggi
yang berketinggian 2.000 m diatas permukaan laut (dpl).
Tips Budidaya Alpukat
Kunci sukses budidaya alpukat adalah berikut ini. Pertama,
memahami seluk beluk perawatan budidaya alpukat., kedua, perawatan yang optimal.
Kedua, pemberikan pupuk yang ideal. Ketiga, sinar matahari yang cukup. Jangan ditanam
di lahan yang minim sinar matahari, karena menyebabkan pertumbuhan tanaman
kurang maksimal.
Hama tanaman alpukat
Sebagaimana tanaman lainnya, alpukat juga kadangkala
diserang hama seperti ulat, hewan pengerek batang, dan lain sebagainya. Untuk itu,
secara berkala ada baiknya disemprot disinfektan untuk mencegah datangnya hama
di tanaman alpukat.
Dimana memperoleh bibitnya?
| bibit alpukat aligator |
Bibit Alpukat Aligator anggul seperti bibit alpukat aligator bisa anda dapatkan di Vista Agromedia Jogja dengan menghubungi WA 087838393451
Jumat, 24 Desember 2021
jual bibit alpukat aligator di Jogja
Pemilihan Bibit Alpukat
Cara Memilih Bibit Alpukat Memilih bibit alpukat yang baik sangat penting untuk memastikan pertumbuhan tanaman yang sehat dan produktif. ...
.jpeg)

